YEah

September 11th, 2007 by afternoon-coffee

Gw sering banget ketemu dengan orang-orang yang banyak bicara menjual omongan layaknya tukang obat kaki lima, dan seperti yang sering aku duga bahwa pada akhirnya mereka banyak yang nggak bisa membuktikan omongannya. Nah para politisi adalah salah satu diantaranya.

Kabar tentang seorang kawan lama

July 7th, 2007 by afternoon-coffee

  Semenjak lulus kuliah 5 tahun yang lalu  sekalipun aku nggak pernah bertemu dengan dia lagi paling cuma sekilas kabar bahwa dia sudah menikah dan punya anak lalu anaknya meninggal saat masih bayi setelah kabar itu aku nggak tahu kabar apa-apa lagi sampai pada akhirnya sebuah sms dari teman mengabarkan bahwa dia sudah meninggal  seminggu sebelum aku terima sms itu. Aku masih nggak yakin sampai akhirnya ada telepon masuk nggak berapa lama setelah aku baca sms itu dan saat itu aku benar-benar yakin bahwa dia telah tiada.

Langsung segala macam kisah lama terkuak lagi  di putar dengan sangat cepat seperti untaian medley lagu-lagu mellow dari perkenalan hingga perjumpaan terakhir di acara wisuda. Bagaimana dulu selama kuliah gw sering banget bikin lelucon bersama dia yang di tujukan untuk rekan-rekan yang lain bahkan dia sering juga bikin lelucon yang bikin gw mati kutu. tapi selama itu kita nggak pernah marahan sama sekali benar-benar pertemanan yang aneh.

Well dia sudah meninggal dunia tapi biar bagaimana pun dia masih ada dalam ingatan orang-orang yang mengenalnya.  arrivederci signorita yuniarti

muak

June 15th, 2007 by afternoon-coffee

Aku mau muntah kalau dengar kata-kata orang pintar ketika berbicara mengenai rakyat. Pasang aksi simpatik di televisi, berkoar-koar di radio, menyesakan halaman korang dengan kata-kata populis.  Rasanya ingin kulempar dengan ta* **cing orang-orang itu tepat di wajah mereka. 

Muak

June 15th, 2007 by afternoon-coffee

Aku mau muntah kalau dengar kata-kata orang pintar ketika berbicara mengenai rakyat. Pasang aksi simpatik di televisi, berkoar-koar di radio, menyesakan halaman korang dengan kata-kata populis.  Rasanya ingin kulempar dengan ta* **cing orang-orang itu tepat di wajah mereka. 

posting blog gw yang ke 100

May 25th, 2007 by afternoon-coffee

DESIDERATA: BAHAGIA

Work well done and its just reward,

sunshine, rest and love these are the

desiderata of happiness.

(Max Ehrmann, Calm Faces)

Pada tahun 1927, Max Ehrmann menulis Desiderata. Setelah Max wafat, kata-katanya dalam karya itu menyentuh dunia. Tak banyak yang berani seperti Max, menjelajahi kelembutan di tengah dunia yang, menurut Max Weber, telah "kehilangan pesona". Kota-kota tumbuh. Penduduk memadat. Hidup dipenuhi angka. Benturan-benturan terjadi. Polusi. Kelembutan dan kebahagiaan menjadi sesuatu yang terlalu mewah; atau bodoh; atau sesuatu yang mudah dilupakan tidak penting.

Tidak bagi Max Ehrmann. Ia ingin mengingatkan bahwa kelembutan jiwa adalah sesuatu yang pantas dikejar, bahwa kebahagiaan adalah mungkin, bahwa penting bagi kita untuk mensyukuri alam, diri kita sendiri, dan hidup ini apa adanya. Max tak berkhotbah. Max menulis puisi.

Desiderata adalah ekspresi filosofis Max, sang penyair Amerika yang semasa hidupnya tak dikenal dan diapresiasi. Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia susunan Echols dan Shadily, desideratum adalah kata benda yang berarti "sesuatu yang diinginkan, kebutuhan yang terasa". Dalam sajak Desiderata, Max mengajak kita untuk berani mencari hening, membeningkan jiwa, dan berani menginginkan kebahagiaan.

With all its sham, drudgery and broken dreams, it is still a beautiful world. Be cheerful. Strive to be happy.

Hingga akhir hayatnya, Max mengalami dua perang dunia dan sebuah era depresi, masa-masa penuh kekerasan karena urbanisasi dan industrialisasi, masa ketika kebanyakan orang di sana lupa betapa nikmat bau daun basah, cicit burung, selisir angin, ricik air, kenikmatan-kenikmatan kecil, kemewahan yang disediakan alam setiap detik. Hingga kinipun kebanyakan orang lupa. Kita di

kota

, hidup seakan horisontal melulu, dan kita lupa mendongak ke langit barang sejenak, menikmati dan merenungi keluasan dan ketenangan yang maha itu.

Mungkin juga kita takut ketika kita menginginkan kebahagiaan, kita menjadi si tolol. Strive to be happy, kata Max. Betapa berani!

- Juli, 2000

(Kutipan diambil dari kumpulan The Desiderata Of Happiness oleh Max Ehrmann, terbitan Souvenir Press, cetakan tahun 1996. Memang, edisi kontemporer Desiderata dipecah-pecah secara tematis sebagai "The Desiderata Of …"

Ternyata….

May 25th, 2007 by afternoon-coffee

Seorang senior di kampus gw dulu, setahun diatas gw, dan pernah jadi asisten lab statistika gw.  Ternyata memiliki hubungan keluarga dengan gw dan selama kuliah sampai kelar g kuliah gw nggak pernah tahu kalau dia saudara gw.. tahunya pas dia main ke rumah gw… ( anjosss ni dia asisten yang ngasih gw nilai c di waktu praktek…)

Tukang es buah yang sekarang biasa mangkal di perempatan JL Beruang Raya kawasan industri jababeka… setelah ngobrol panjang lebar pernah seangkatan gw waktu kuliah dulu… bedannya gw kuliah dia malah jualan es buah di depan kampus gw  dan gw baru tahu ketika lagi asyik ngobrol sama dia belum lama ini tempat mangkalnya sekarang… ( edaaaaaaaaaaan )

Guru angklung gw waktu SD  ternyata adalah bapaknya teman main gw sekarang. Dan gw baru tahu ketika gw cerita bahwa dulu gw senang banget waktu SD ada yang ngajarin angklung meskipun gw takut sama gurunya tapi gw senang sama permainan musiknya. Dan ternyata pula teman main gw yang anak guru angklung gw waktu sd, pernah bersaing di ruang kelas yang sama waktu SD dalam lomba bidang studi IPA dia berasal dari sekolah yang jauh banget dengan sekolah gw. ( bingung kan? koq jadi kayak iklan HSBC yaaaaa)

Wanita cantik yang gw lihat waktu acara resepsi di Cilengsi ternyata adalah bibi gw, gw dikasih tahu ibu gw pas ngelihat gw mupeng banget sama tu wanita…( sialan benar….. untung nggak gw pacarin…)

Sartre

May 21st, 2007 by afternoon-coffee

Semrawut, semuanya benar-benar berantakan taman, kota, bahkan diriku sendiri. hingga akhirnya aku menyadari semuanya dan membuatku jadi sangat muak.

B….astA

May 21st, 2007 by afternoon-coffee

Selamat datang kembali JUVE!!! Setahun di seri B sudah cukup untuk membayar segala kesalahan yang sudah terjadi di masa lalu… buon arivata la vechia signora!!! ya B….astA!!!

Redemption

May 16th, 2007 by afternoon-coffee

But my hand was made strong by the hand of the ALMIGHTY

from the beatless song but i dont know what the title for sure

May 12th, 2007 by afternoon-coffee

How do you do what you do to me … i wish i know

If i know what you do it to me, i’ll do it to you