Archive for July, 2005

Mimpi

Saturday, July 30th, 2005

Mimpi datang berlahan mengendap di tengah lelap,

mengecup hati dengan harapan, merangkai lagi asa

atau menyayat jiwa dengan ketakutan.

Hingga akhirnya semua hilang saat terjaga.

Mimpi lari tergesa.

Elang

Saturday, July 30th, 2005

Masih banyak waktu untuk hinggap di dahan, bukan sekarang.

Langit yang membentang masih merayuku.

Angin yang berhembus masih terus mengecupku  di  angkasa.

Nanti suatu saat nanti, tapi bukan sekarang.

Ku pagut jiwa di sebuah ranting.

Dari Secangkir Kopi

Thursday, July 21st, 2005

Menghadapi hidup layaknya menikmati secangkir kopi . Pertama kali secangkir kopi perlu di hirup dalam-dalam aromanya dan biarkan aroma itu meresap. Kemudian seruput perlahan tapi jangan langsung di teguk begitu saja, karena kenikmatan kopi itu baru terasa ketika kita seruput perlahan-lahan.

Rasakan kenikmatan kopi ini di rongga mulut, di tenggorokkan, dan di dada. Rasakan kehangatan, rasa pahitnya dan rasa manisnya, pokoknya seruput pelan-pelan dan  rasakan  terus hingga akhirnya secangkir kopi habis. 

Kecantikan

Thursday, July 21st, 2005

Jangan pernah membuat wanita merasa dicintai karena kecantikkannya, tapi buat lah mereka merasa cantik karena dicintai.

Thanks to Bob Marley.

Saturday, July 16th, 2005

Aku nggak peduli apakah dia seorang Canabis Sativa addicted, apakah dia berambut Dred Lock, atau apakah dia seorang penganut agama Rasta Fara. Bagiku Bob Marley adalah tokoh yang patut dihormati baik sebagai pemusik, pecinta ataupun sebagai inspirator perubahan. Setiap lagu yang diciptakan dan dinyanyikan memberikan sebuah alternatif kontemplasi terhadap kehidupan yang kita jalani.

Dia selalu mengatakan  "don’t worry about a thing cause every little things is gonna be alright " dan  " have no fear for atomic energy cause none of them can’t stop the time". Lebih dari itu semua dengan segala kerendahan hati Bob mengajakku  bernyanyi dan melagukan  "this songs of freedom, cause all i ever had…. redemption songs, all i ever had redemption songs" ,  sebuah lagu kebebasan yang paling menginspirasi ku sampai saat ini.

thanks for remind me to " Emancipate your self from mental slavery "

Bintang

Saturday, July 16th, 2005

Setiap kita adalah bintang-bintang yang bertebaran di langit malam, semua berkelip dengan keindahan masing-masing dengan segala warna-warni nya.

Hak Vs Kewajiban kita sebagai manusia

Saturday, July 9th, 2005

Tuhan memberikan kita kebebasan untuk memilih dan itu merupakan hak kita sebagai manusia, kenapa juga kita nggak menggunakan hak itu menentukan kehidupan kita sendiri, merangkai mimpi-mimpi kita sendiri. Jangan pernah takut untuk berbeda dengan orang lain, lagi pula orang lain juga nggak punya hak untuk membatasi semua mimpi-mimpi kita.. semua yang kita pilih murni untuk kita sendiri.. ya kan

Tapi seiring adanya hak yang diberikan tuhan kepada kita pasti adalah sebuah kewajiban yang di tuntut tuhan atas hak yang telah diberikannya kepada kita. Apalagi kalau bukan semacam tanggung jawab atas segala pilihan kita. Jadi pergunakan sebaik-baiknya hak pilih kita sebagai manusia, fikir dan pertimbangkan dengan matang.

Malam, bintang, dan rembulan

Wednesday, July 6th, 2005

Aku ingin menggunting langit malam, sedikit saja agar dapat ku jadikan sebuah gaun malam buat mu. Taburan bintang-bintang yang berkelip genit itu pun akan aku ambil beberapa genggam untuk ku untai jadi kalung dan tiara yang akan menghias leher dan kepalamu. Sebagai pelengkap sekalian saja aku ambil bulan sabit itu untuk ku jadikan sepasan giwang yang akan kupasangkan di telinga mu. Bagaimana menurutmu?, pasti menyenangkan bukan.

Apa?kau masih bertanya bagaimana jadinya malam tanpa itu semua, tanpa bintang tanpa bulan?. Dengar nona,malam akan tetap malam tanpa kehadiran bintang dan rembulan sekalipun, lagi pula apa pentingnya kau fikirkan itu mana ada orang yang memperhatikan malam saat ini, bulan dan bintang sudah berganti dengan cahaya lampu-lampu kota, sehingga kehadiran rembulan dan bintang seperti tak terasa sama sekali, antara ada dan tiadanya sama saja saat ini . Selain itu kan besok akan muncul lagi malam yang baru, dengan bintang dan bulan yang baru, jadi kalau aku ambil sekarang sedikit kan nggak apa-apa. menurutmu apa lagi yang paling indah dari ini semua yang dapat ku berikan kepadamu nona ?

Surat untuk Rasul

Tuesday, July 5th, 2005

Ah…seandainya kau hadir di sini sekarang ya Rasul pasti semuanya tak sesulit ini. Aku melihat dan merasakan sendiri bagaimana segalanya jadi begitu sulit untuk dipahami, semua yang ada cuma sebatas ajaran-ajaran tanpa kedalam makna.

Aku ingin sekali berdialog dengan mu ya Baginda, aku ingin memahami semua dengan sederhana tanpa banyak embel-embel yang membuat segalanya tambah rumit. Terlalu banyak ajaran-ajaran saat ini yang terlanjur mementingkan ritual tanpa esensi, terlalu banyak simbol yang di -dewa-kan ketimbang hakikat, saking banyaknya sehingga hakikat itu sendiri terkurung sendiri dan bersenandung lirih dalam kesunyian yang kejam.

Ya Rasul, aku kangen deh akan kehadiran mu saat ini, biar nggak banyak yang jadi njlimet, yang jadi susah, aku ingin sekali memperoleh pemahaman makna dari mu yang mengajarkan tidak hanya lewat kata-kata tapi tindakan nyata.

Ya Rasul aku rindu akan segala kebijaksanaan mu yang dalam dan sederhana, aku rindu akan senyuman mu yang katanya seindah bulan purnama di malam hari,aku yakin kehadiran mu pasti akan membuat segalanya jadi indah dalam kehidupan manusia saat ini…

Bila saat itu tiba nona

Saturday, July 2nd, 2005

Dan bila saat itu tiba , bila saat Cinta itu datang dengan segala kejujuran hatinya di hadapan mu, maka sambutlah dengan segala kelapangan hati karena Cinta itu- meskipun kau mencoba menafikannya- adalah penghuni yang berhak masuk ke kuil hati mu kapan saja dia mau.