Archive for July, 2006

Relativitas waktu di dalam freetalk

Sunday, July 30th, 2006

Relativitas waktu telah dibuktikan lewat media " freetalk ".  Pada suatu keadaan bisa saja perbincangan selama 5 menit terasa sangat lama dan panjangnya tapi di lain waktu bisa saja perbincangan selama 5 jam terasa begitu singkatnya. Kalau saja Einstein masih hidup dan bisa menikmati layanan " free talk " ini pastilah dia nggak usah repot-repot pakai segala macam perhitungan kalkulus dan fisika tingkat tinggi. Cukup bilang aja sama murid-muridnya para fisikawan-fisikawan teoritik itu " untuk tahu apa itu relativitas cobalah freetalk dengan segala macam orang dari yang paling kalian benci sampai yang paling kalian suka "  lalu biarlah mereka merasakan relativitas itu ternyata sangat lah mudah di pahami.

bintang

Sunday, July 30th, 2006

Aku bersyukur ternyata " bintang "  yang indah itu jaraknya sangat jauh dari ku, sehingga aku nggak usah merasakan derita akibat panasnya. Biarlah "bintang" yang indah itu tergantung di angkasa sana dan cukuplah bagiku menikmatinya dengan syahdu di malam-malam yang cerah di kota ini.

Tak Sempurna

Sunday, July 23rd, 2006

Banyak yang tahu bahwa tidak ada yang sempurna dalam hidup ini akan  tetapi berapa banyak yang mau menerima ketidaksempurnaan ini?. Ketidaksempurnaan hidup bukanlah hal yang patut di ratapi tapi ketidaksempurnaan hidup merupakan sebuah tanda bagi kita agar mau terus berusaha untuk membuat segalanya lebih baik. Lagian kalau semua sudah sedemikian sempurnanya maka hidup yang kita jalani akan jadi sangat membosankan dan nggak asyik jadinya. Dan satu lagi jangan pernah menyalahkan tuhan dan menganggap tuhan tidak adil terhadap kita. Ada banyak hal yang kita nggak tahu dan sadari akan hidup dan biarlah tuhan yang menyimpan rahasia itu sampai dia menunjukan pada kita apa yang DIA mau.

Sabtu petang ( sebuah SONETA bosan )

Thursday, July 20th, 2006

Rumah paling ujung waktu sabtu petang
Seorang tamu datang bertandang
Menanti ia di luar pagar
Penuh bimbang dia menunggu

Wanita muda datang menyambut
Duduk berdua mereka di teras rumah
Air manis terhidang di meja
Obat haus sebelum buka cerita

Sebentar sang tamu menderas kata
Lalu hening bikin gelisah
Waktu terasa semakin membeku di tepi seja

Mencangkung ia wanita muda
Membuncah resah di dadanya
Sang tamu tak kunjung mau pergi

ITALIA VS JERMAN what a teriffic game

Wednesday, July 5th, 2006

Ini salah satu pertandingan terbaik selama piala dunia berlangsung. Lawan yang setimpal, sama-sama pemegang tiga kali juara dunia, dan sama-sama di perkuat oleh pemain-pemain hebat. Dari sejak dimulainya permainan kedua tim menyajikan tempo tinggi dan ternyata di partai inilah aku seakan menyaksikan keindahan permainan sepakbola. Aku mendukung ITALIA dan lagi-lagi partner nonton bola ku yang di KOTA GUDEG menjagokan sebaliknya. Sampai babak pertama usai pun memang belum ada gol yang tercipta tapi inilah pertandingan yang bikin mata jadi kuat menyalang nontonnya. Babak kedua dan mendekati akhir pertandingan belum juga ada gol bahkan diteruskan dengan adanya babak tambahan. Jujur aku nggak siap menyaksikan adu pinalti pada partai ini, karena itali punya pengalaman pahit dalam adu pinalti mereka selalu saja kalah.
Skor masih kacamata hingga babak pertama pertambahan waktu berakhir. Mendekati babak kedua makin berkecamuk saja perasaan meskipun pura-pura tenang soalnya nggak keren lah kalau ketahuan sama PARTNER NONTON BOLAKU di KOTA GUDEG sana kalau dia tahu ternyata adrenalinku sudah memuncak.
Aku punya firasat kuat bahwa AZURI bakal menang kali ini daan terbukti ketika Del PIERO, IAQUINTA, GILARDINO diturunkan oleh SIGNORE LIPPI ke lapangan pertandingan permaianan Azuri makin menggila dengan makin banyaknya shot on goal ke gawang jerman ( he…200x aku yakin partner nonton bolaku itu jadi ketar ketir dibuatnya lihat  LEHMAN  di serang bertubi-tubi  ).
Akhirnya saat itu tiba ketika PIRLO menyodorkan umpa manis kepada GROSO ( mukanya mirip banget sama ARIF WIDIANTORO kalau dia cepak  ) yang kemudian dengan tendangan yang menyakitkan hati pendukung jerman dan seluruh pemain jerman terjadi lah gol itu dan aku dengan sepenuh kebanggaan berteriak kegirangan .
Well kali ini sih nggak berlaku golden goal dalam piala dunia, tapi silver goal jadi meskipun salah satu tim sudah mencetak gol lebih dulu, tetap saja pertandingan di lanjutkan sampai selesai. Dan memang pertandingan terus dilanjutkan tapi kayaknya jerman dah frustasi akibat gol GROSSO itu ( pasti yang di KOTA GUDEG juga tuh ) akibatnya serangan nya nggak tersisttem dan acak-acakan cuma sekali sih tendangan mengarah kegawang tapi BUFFON dengan santai menahannya ( Can you believe this. gawang bufon cuma sekali kebebolan itu pun akibat gol bunuh diri  waktu melawan USA tim yang nggak penting itu )
Dan inilah saat yang dinanti ketika tim PANSER sudah melakukan serangan habis-habisan ke jantung pertahanan yang digalang CANAVARO dan rekan-rekannya . sebuah serangan balik dilakukan AZURI ke daerah pertahanan Jerman  yang memastikan jerman mengucapkan AUF VIEDERSEHEN  kepada trofi piala dunia kalai ini ( dont worry HERR KLINSI there is always another change koq )dan untuk melakukan itu cuma diperlukan 2 orang saja yaitu GIlardino " sang violinis " dan DEl PIERO " il Pinturichio( sentuhan ajaib ) " . Dan kali ini Del PIERO membuktikan kemampuan dirinya dengan mencetak gol pemasti melajunya itali ke final piala dunia…. BRAVO AZURI, bravo AZURI… sekali lagi forza itali, forza delpiero.

NB : buat yang di KOTA GUDEG sana jangan menangis karena memang ITALIA sudah selayaknya menang koq…he..he… he… oh ya hidup italia, hidup indonesia (kalau bisa masuk piala dunia ), hidup katur…. oh ya buat yang di KOTA GUDEG ……. komm gibt mir dein a hand

PRANCIS VS BRAZIL yang menyebalkan

Wednesday, July 5th, 2006

Menyebalkan!, brazil sama sekali nggak menyajikan ruh JOGO BONITO dalam pertandingan perempat final piala dunia kontra perancis. Dari menit pertama permainan tarian samba dari para punggawa lini tengah selecao sama sekali nggak bergairah. Aku saja sampai kesal menyaksikannya. Seprti dugaanku  JOGO BONITO  akan lenyap dan sirna dari pentas piala dunia kali ini dan ternyata terbukti. Berkat set piece dari Zinedine " the jenius " Zidane yang di sambut dengan gerakan tarian angsa dari THIERY HENRY di bagian akhir babak ke dua BRAZIL yang sudah menyajikan TARIAN SAMBA yang sangat membosankan harus dengan lapang dada mengucapkan AUF VIEDERSEHEN kepada piala dunia kali ini jauh sudah mimpi tentang piala dunia ke 6 nya…., Aku kecewa banget…., tapi ada yang senang juga dengan kekalahan brazil yaitu the one and only partner nonton bolaku yang di kota gudeg situ ( silahkan tertawa sepuasnya …!!! )