Archive for August, 2006

Redemption Songs

Monday, August 21st, 2006

But my hand was made strong … by the hand of the almighty
We’ve forward than this generation… triumph flantly

Semua yang ada pada kita adalah kekuatan yang diberikan pada kita agar mampu mengatasi semua yang menghadang perjalan kita. Nggak ada yang nggak mungkin diatasi semua bisa cuma butuh cara yang agak beda aja koq. Bayangkan terus segala hal yang akan kita dapat ketika berhasil mengatasi itu semua dan  merasakan kebahagian itu… yang paling tinggi adalah kita bisa mencapai kemerdekaan dari apapun  dan bernyanyilah

Want you have to sing… this song of freedom
Cause all i ever had…. redemption songs…. redemption songs…. songs of freedom

#@%@%!

Sunday, August 20th, 2006

Diancuk!!!, benar-benar geregetan jadinya. Kenapa tak kunjung sirna dari fikiran dan hati segala yang "mengganggu". 

Maju terus!

Wednesday, August 16th, 2006

Perjalanan masih jauh, luka yang ada ini jangan di rasa biar  kan saja nanti juga hilang. Matahari yang jalang di sana biar saja, bahkan debu jalanan yang mendera wajah acuhkan saja, perjalanan harus maju dan terus maju. Penghalang pasti ada, tapi nggak harus jadi mundur dan tersurut… Kita bisa aja kalah dan tersungkur tapi lebih mulia dari menyerah dan memutuskan untuk tidak bangkit, semua hanya perkara pikiran koq, Nggak penting semua yang terjadi pada kita yang penting bagaiman respon kita aja, selama pikiran kita masih waras, dan hati kita masih normal. tetep maju tetep berlari kalau nggak bisa lari ya jalan, kalao nggak bisa jalan ya merayap yang penting tetep maju dan bergerak. Hasil akhir kita nggak tahu yang penting usaha-dan usaha, mau bisnis lesu, mau nilai kuliah jelek, mau income seret, mau pacar marah-marah, mau istri ngedumel terus mau anak ngerengek semua jangan sampe bkin pikiran kita dan hati kita nggak waras… Ya itu tadi yang penting tetap jada kewarasan fikiran dan hati kita

Biarlah seperti ini

Saturday, August 5th, 2006

Sungai Landai dan Batang Kasai masih  selalu menyegarkan tubuh tetap terdengar merdu alirnya
Barisan pohon kelapa memagari " pala-pala " yang di tumbuhi beberapa " Jariang"  dan "Kapudung"
Sebatang pohon Durian yang bertengger di dekat " Tabe"   tak jauh dari rumah kami. Masih ada pohon " Piaweh " yang ditanam Ibu waktu masih gadis.
Keheningan dan ketenangannya masih sama seperti dulu. Tampak jelas bahwa waktu masih lambat menyeret perubahan ke dusun ini.  Tapi aku suka ini kampung, aku nggak siap akan apa yang terjadi nanti ketika perubahan masuk ke sini. Ketika siaran TV masuk  ke tiap-tiap rumah dan menjadi bagian dari keluarga, ketika ada budaya asing yang merasuk ke pemikiran dan kehidupan dusun ini, aku masih belum siap menerima perubahan di sini. Biarlah hiburan mereka deras ayat-ayat suci dan lantunan selawat. Biarlah surau-surau di penuhi oleh bocah-bocah mengaji tolong jangan bawa TV ke sini….ke kampung ini, biarlah sunyi namun syahdu biarlah sepi tapi damai, biarlah semua seperti ini… Biarlah dusun -dusun " Pintu Gabang", " Solok", dan " Koto Baru" tetap seperti 5 tahun yang lalu, 10 tahun yang lalu, tetap seperti 20 tahun yang lalu.