Archive for October, 2006

Buat Anduang

Thursday, October 12th, 2006

Biarpun ada atas bukit di tepian batang kasai, Ada kenyamanan tersendiri menikmati secangkir teh manis hangat dan singkong di rumah Anduang. Semoga panjang umur dan bahagialah selalu engkau disana di dusun yang masih di rimbuni pohon -pohon.

Nb: Masih ada kan kapundung itu, nduang

Di situ saluang mengalung

Thursday, October 12th, 2006

Malam kian bersenyawa dengan dingin tambah lagi buih-buih bintang di angkasa dan bulan sabit yang tersenyum lirih.  Cahaya lampu jalan  terang namun senyap. Angin menyayat dinding-dinding rumah dan sempat mengendap ke dalam kamar. Banyak juga mimpi yang ditabur, tapi lelaki muda duduk di teras memandang jalan yang sepi.

Lelap nya di renggut paksa sejumlah perasaan dan pikiran yang mengganggu benaknya. Secangkir kopi hangat di seruputnya perlahan, sebentar berdecah " Ah … ",

" Kenapa tak kunjung sirna itu gundah, seringkali merasuk dalam keheningan malam? "

" Kenapa tak juga hilang itu rindu yang selalu saja membawaku pada satu wajah "

Dari radio tape di dalam kamar suara saluang mengalun pelan menyanyikan lagu-lagu paling melankolis yang pernah terdengar di jagad nusantara, Laksana blues yang meratap dari petikan gitar para budak negro, begitu pula tiupan saluang di malam itu. Lelaki muda menatap jauh ke angkasa menerobos awan mungkin disana tertulis jelas semua jawaban dari pertanyaan.

Di seruputnya lagi sisa kopi di cangkirnya, sementara saluang masih saja mangalun. Butuh kejelasan  tuk hilangkan gundah itu, butuh keyakinan untuk hilangkan rindu itu. Di balik itu semua butuh waktu untuk membuatnya tenang dalam ruang hati.

 

Apaan sih?

Thursday, October 12th, 2006

Nan ado samo dimakan

Nan indak samo dicari

Kok Jauah kana mangana

Kok dakek jalang manjalang

Saturday, October 7th, 2006

Jakarta dipanggang matahari, keringat-keringat mengalir deras di siang hari, Debu bertebaran di hembus angin panas yang begitu kering. Kapan kah hujan turun di sini. Kemarau dah terlalu lama berlangsung.