Archive for November, 2006

Dari Tagore

Sunday, November 26th, 2006

Izinkan aku untuk tidak berdo’a agar di lindungi dari marabahaya melainkan agar aku tidak takut menghadapinya

Izinkan aku untuk tidak memohon agar disembuhkan dari kepedihan melainkan agar hatiku mampu mengatasinya

Biarlah aku tidak mencari sekutu di medan tempur kehidupan, tapi hanya mengandalkan kekuatanku sendiri

Biarlah aku tidak memohon dalam ketakutan yang gelisah agar diselamatkan, tapi berharap memiliki kesabaran untuk memenangkan kebebasanku

Pastikan bahwa aku tidak menjadi pengecut yang menerima belas kasihmu dalam kesuksesanku dan biarlah aku merasakan genggaman erat tanganmu dalam kegagalanku

Musim panen…, Rabindranath Tagore

Batas Nalar

Friday, November 24th, 2006

Ada yang sulit memahami isyarat, lebih banyak lagi yang nggak peduli akan tanda-tanda bahkan yang sudah di hadapan sekalipun , tapi aku mencoba terus untuk memahami isyarat mu, well memang butuh waktu yang lumayan lama dan aku akui nalarku masih belum dapat memahami semuanya

kadang

Friday, November 24th, 2006

Kadang ada rindu yang menjalar dalam keheningan malam

Kepada MISS CHANIAGO

Wednesday, November 22nd, 2006

Masih banyak misteri yang menantang tuk di pecahkan bukan begitu Miss Chaniago? Seperti teka-teki matematik ataupun sudoku tapi itulah nikmatnya teka-teki, kepuasan  pertama adalah ketika kita tenggelam dalam proses-proses pemecahan dan kepuasan tertinggi adalah ketika kita  berhasil memecahkan teka-teki itu. Nggak ada hadiah yang dapat mewakili keberhasilan ini karena ini masalah kepuasan hati. Dan kau tahu Miss Chaniago? hidup dan kehidupan   juga sebagian dari misteri yang masih belum dapat di jawab oleh ku ,oleh mu, dan oleh banyak orang… yeah

Wednesday, November 22nd, 2006

Malam dah berubah jadi waktu tuk berbagi kisah tentang perjalanan hari-hari yang terlewati dengan segala suka dukanya.

Angin

Tuesday, November 14th, 2006

Seringkali angin membawa benih baru ke suatu tempat untuk tumbuh… 

If

Monday, November 13th, 2006

"If i give my heart to you, i must be sure from the very first that you would love me more than her, cause i couldn’t stand the pain and i would be sad if our new love was in vain."

Ditebar di pelupuk mata

Monday, November 13th, 2006

Banyak rahasia ditebar di depan mata, tapi tak satupun aku  ngerti untuk apa itu semua. Aku akui aku ini tolol karena sedikit pun nggak paham apa yang terjadi. Sekuat apapun aku coba memahami ini hasilnya makin menyeretku menuju gerbang pertanyaan berikutnya yang semakin rumit. Tolong jangan buat aku menerka apa yang ada dibalik ini semua.

SIALAN

Monday, November 13th, 2006

Sialan! Kau seret aku ke dalam lingkaran penuh teka-teki. Kemampuan ku menganalisa jadi lumpuh, sekarang otakku sulit di pakai selain hati, dan itulah yang konyol sering kali pikiranku nggak bisa menerima penjelasan hati yang selalu memilih dengan seperangkat aturan yang tak dimengerti otak yang paling jenius sekalipun. Tolong jangan teruskan permainan ini berikan saja penjelasan dengan gamblang dan bikin semuanya dapat diterima dengan akal sehat.