kekhawatiran
Saturday, December 16th, 2006Aku nggak takut apa yang akan terjadi nanti cuma saja ada sedikit kekhawatiran pada beberapa keadaan aku nggak sanggup menghadapinya seorang diri
Aku nggak takut apa yang akan terjadi nanti cuma saja ada sedikit kekhawatiran pada beberapa keadaan aku nggak sanggup menghadapinya seorang diri
Waktu itu begitu sombong dan angkuh sehingga tak akan pernah mau peduli pada perasaan hati, kalau semua memang harus terjawab maka carilah jawabnya jangan pernah serahkan jawaban pada waktu.
Ini semua salah media. Media menciptakan public figure yang terkesan sangat sempurna dalam seluruh aspek kehidupannya tanpa pernah melakukan kesalahan sedikitpun. Membius para pemirsa yang teramat naif untuk menjadikan nya panutan hidup, sayangnya begitu sang public figure melakukan kesalahan yang sangat " kecil " sekalipun lantas medialah yang pertama kali menghancurkan public figure itu. Entah ini tanggung jawab moral media masa karena merekalah yang menjadikan seseorang yang telah melakukan kesalahan kecil itu public figure atau menghancurkan public figure karena sudah saatnya membentuk kembali public figure baru ?
Yang jelas apapun yang dilakukan media masa, publik hanya akan merespon pada publik figure ( dalam hal ini adalah obyek bentukan media masa ) bukan pada media masanya. Marah, benci, senang, dan lain sebagainya tidak pernah di arahkan kepada sang pembentuk publik figure.
Butuh kecerdasan bagi kita ini untuk menyikapi sosok public figure yang merupakan bentukan instan media masa. Untuk dapat menempatkan posisi public figure pada tataran manusia yang masih dapat melakukan kesalahan dan kekhilafan. Semoga di kemudian hari kita dapat lebih arif menyikapi fenomena Public Figure bentukan media masa. Seperti kata candil serius " rocker juga manusia"… yeah
Ketika ada yang merasa bahwa ini akan berakhir kenapa aku merasa bahwa semuanya baru saja dimulai.
Masalahnya dalam kehidupan kita begitu banyak orang tolol yang sangat yakin dan begitu banyak orang cerdas yang penuh keraguan.
Aku sering malu kepada Mu, soalnya masih aja teteup ngasih perhatian berupa limpahan rahmat dan kasih sayang yang nggak terbatas pada ku meskipun aku sering mengecewakan Mu. Aku sadar banget nggak ada yang bisa ngelebihin apa yang Kau tebarkan di dalam kehidupan ku…
Cukup lama menelusuri ternyata ketika tiba dipersimpangan EROSS dan AGAVE aku terpaku, Kukira ini mudah ternyata sulit tuk menentukan langkah. Apa yang kuanggap selama ini bahwa antara EROSS dan AGAVE adalah tahapan yang linier tapi ternyata nggak demikian kenyataanya.