BEBAS…
Sunday, February 25th, 2007Bebas itulah kata yang saat ini selalu terngiang di dalam kepalaku belakangan ini entahlah mungkin ada dalam jiwaku yang tak kusadari bahwa aku mencari kebebasan yang tak bisa ku ungkapkan. Seakan ada yang berteriak di dalam jiwa dan pikiranku bahwa aku ingin bebas. Mungkin seringkali fikiran ku terbelenggu oleh segala batasan yang kubuat sendiri dalam benak ku. Dan ketika dampak batasan itu mendera dan semakin membuncah aku jadi terkerangkeng dalam ketidak berdayaan. Aku yakin kebahagian tertinggi berasal dari kebebasan yang hakiki pula. Kebebasan yang bukan tanpa arah. Pengertian yang lebih mudahnya adalah laksana permainan musik jazz yang bebas tapi tetap indah. Bermain jazz simplenya adalah tidak selalu kita memainkan segala teknik musik yang hebat tapi lebih dari itu jazz membutuhkan kebebasan hati dan jiwa dalam menyelami harmonisasi musik. Entah kenapa aku dalam pemikiran ku muncul tentang eksistensi manusia tertinggi adalah ketika dia dapat bebas sebebas bebasnya. tapi bukan berarti aku menyetujui konsep pemikiran jean paul sartre dengan eksistensi ateistiknya hingga dia menyatakan bahwa manusia itu bebas dan merdeka bahkan dari campur tangan tuhan sekalipun. Bagiku manusia bebas adalah manusia bebas yang bertanggung jawab seperti manusia etisnya KANT. Kembali pada masalah eksistensialisme aku lebih menyukai eksistensi ala Kierkgaard dengan aliran eksistensialisme teistik. menurut Kierkgaard eksistensi itu melalui beberapa tahap sebelum menjadi eksistensi kalau menyangkut eksistensi manusia maka pertama kali manusia adalah manusi estetik yang berbuat untuk kepuasan pribadi, lalu ketika telah menyadari dampak aktivitasnya itu maka manusia mulai menjadi makhluk etis sebelum akhirnya menjadi makhluk yang telah eksis dengan menjadi manusia yang menyadari bahwa ada kekuatan di luar dirinya yang maha besar dan meyakininya hingga manusia menjadi makhluk yang religius atau teistik