orang-orang tolol

May 12th, 2007 by afternoon-coffee

"Hiduplah dalam bahaya" begitulah kata mussolini, terdengar keren bukan? , lalu apa enaknya hidup dalam bahaya? nggak ada.

Dia yang menyapaku di dalam mimpi

May 12th, 2007 by afternoon-coffee

Yuni, kita nggak pernah tahu apa yang terjadi  biar bagaimana pun hidup mesti di jalani, tutup saja kisah-kisah pilu masa lalu dan lupakan,   biarlah  tercampakan sejarah. Sekarang   mari karang lagi cerita buat masa depan dan mewujudkannya . keep on rolling baby!!!!. 

thanks to suhrawadi dan isyraqiyah nya

April 18th, 2007 by afternoon-coffee

Meniti waktu  pada akhirnya akan membawa kita pada awal keberangkat, memang kita bukan menuju suatu akhir tapi kita kembali ke awal dan merupakan sebuah perjalanan menuju sumber cahaya  dengan segala kegelapan yang menghadangnya.

Menikmati apa yang tidak kita sukai

March 18th, 2007 by afternoon-coffee

Menikmati apa yang kita sukai itu perkara mudah dan pastinya nggak usah di ajari semua orang bisa melakukannya, tapi menikmati apa yang tidak kita sukai adalah perkara yang rumit. Menikmati apa yang tidak kita sukai sepertinya menyangkut masalah kepasrahan karena kita cuma itu yang ada. Sebenarnya bukan begitu, menikmati apa yang tidak kita sukai adalah meliputi kemampuan kita untuk mencoba memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, atau dalam istilah keren kita coba mengubah paradigma kita terhadap sesuatu. Lagi pula  apa yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik juga menurut ALLAH dan apa yang terburuk bagi kita terburuk juga bagi kita menurut ALLAH. So kalau sekarang lagi berada pada situasi atau hal-hal yang nggak menyenangkan yang pertama sih jangan kotori pikiran dan hati kita dengan segala macam keluhan dan umpatan pada diri, Nah kalau hati dah bersih dari segala macam hal jelek kayak diatas baru deh kita berusaha untuk memandang semua itu dengan jernih dan berusaha lah menemukan sisi menyenangkan dari hal yang dianggap tidak menyenangkan itu begitu udah dapat terus ingat-ingat hal itu.

PASAMBAHAN

March 15th, 2007 by afternoon-coffee

"Sairiang balam jo barabah, barabah lalu balam mandi Sairiang salam sarato sambah, sambah lalu salam kumbali Nan kok tabang banalah nuri, usah maraok ka tangah sawah Nan kok gamang banalah hati, usah lah baok bamanuang bana"

Thanks To

March 15th, 2007 by afternoon-coffee

Terima kasih pada Mandra,Tukul, Ucok Baba yang telah mendobrak mitos bahwa artis adalah orang yang good looking, perfect body and etc gw jadi ingat apa yang pernah di bilang oleh para personel GREEN DAY dulu yaitu " KAMI MEMANG JELEK TAPI KAMI BANGGA " yap ini masalah PD atau nggak. Yeah mari jadi orang PD dengan segala yang ada pada diri kita baik itu kelebihan ataupun kekurangan kita, lagi pula karena  no body perfect  buat apa kita jadi perfect dan mengharapkan orang lain perfect juga.. well guys itu hanya buang waktu lagi pula kalau semua sempurna buat apa lagi ada kehidupan maka itu kenapa nggak ada yang sempurna supaya kita bisa saling melengkapi klise memang tapi begitulah adanya.

BEBAS…

February 25th, 2007 by afternoon-coffee

Bebas itulah kata yang saat ini selalu terngiang di dalam kepalaku belakangan ini entahlah mungkin ada dalam jiwaku yang tak kusadari bahwa aku mencari kebebasan yang tak bisa ku ungkapkan. Seakan ada yang berteriak di dalam jiwa dan pikiranku bahwa aku ingin bebas. Mungkin seringkali fikiran ku terbelenggu oleh segala batasan yang kubuat sendiri dalam benak ku. Dan ketika dampak batasan itu mendera dan semakin membuncah aku jadi terkerangkeng dalam ketidak berdayaan. Aku yakin kebahagian tertinggi berasal dari kebebasan yang hakiki pula. Kebebasan yang bukan tanpa arah. Pengertian yang lebih mudahnya adalah laksana permainan musik jazz yang bebas tapi tetap indah. Bermain jazz simplenya adalah tidak selalu kita memainkan segala teknik musik yang hebat tapi lebih dari itu jazz membutuhkan kebebasan hati dan jiwa dalam menyelami harmonisasi musik. Entah kenapa aku dalam pemikiran ku muncul tentang eksistensi manusia tertinggi adalah ketika dia dapat bebas sebebas bebasnya. tapi bukan berarti aku menyetujui konsep pemikiran jean paul sartre dengan eksistensi ateistiknya hingga dia menyatakan bahwa manusia itu bebas dan merdeka bahkan dari campur tangan tuhan sekalipun. Bagiku manusia bebas adalah manusia bebas yang bertanggung jawab seperti manusia etisnya KANT. Kembali pada masalah eksistensialisme aku lebih menyukai eksistensi ala Kierkgaard dengan aliran eksistensialisme teistik. menurut Kierkgaard eksistensi itu melalui beberapa tahap sebelum menjadi eksistensi kalau menyangkut eksistensi manusia maka pertama kali manusia adalah manusi estetik yang berbuat untuk kepuasan pribadi, lalu ketika telah menyadari dampak aktivitasnya itu maka manusia mulai menjadi makhluk etis sebelum akhirnya menjadi makhluk yang telah eksis dengan menjadi manusia yang menyadari bahwa ada kekuatan di luar dirinya yang maha besar dan meyakininya hingga manusia menjadi makhluk yang religius atau teistik

Sorry DEAR

February 10th, 2007 by afternoon-coffee

Ah siapa yang pernah tahu pada isi hati orang lain dan ketika ada kata yang menyayat perasaan meskipun bergurau orang bisa sangat ketus… well satu lagi proses pembelajaran dari peristiwa kecil di pojok kehidupan… . sorry my friend…

Gibran VS Tagore

January 29th, 2007 by afternoon-coffee

Dulu gw suka karya-karya gibran yang sangat-sangat romantis mungkin pengaruh usia barang kali. Waktu itu waktu masih SMA gw pertama kali baca tuh tulisan gibran dalam sebuah buku yang berjudul SANG NABI dalam edisi cetakan stensilan.. ( well jenis cetakan apa lagi yang bisa dibeli oleh anak SMA yang sering bokek ) Seketika gw langsung terpesona sama untaian kata-katanya pada tulisan-tulisan itu, sering memberi pengaruh bagi coretan-coretan gw di buku tulis gw yang sering kosong karena malas nyatat pelajaran. Nggak hanya Sang Nabi yang gua baca tulisan-tulisan berikutnya juga gw lahap dari yang berjudul " Di depan singgasan kecantikan" sampai " Lagu Gelombang ". Nggak berapa lama gw ketemu dengan penulis lain setelah berkelana dari tulisan KAFKA, MOTINGGO BUSYE, dan sebagainya akhirnya gw ketemu dengan RABINDRANTH TAGORE  beruntung waktu itu aku langsung berkenalan dengan sebuah masterpiecenya    yang berjudul  GITANJALI  dan untungnya lagi kali ini gw punya buku GITANJALI itu bukan dalam edisi stensilan melainkan buku yang diterbitkan oleh sebuah penerbit besar indonesia… Kalau waktu kenal GIBRAN romantisme gw dibakar maka ketika ketemu GITANJALI semangat spiritualisme gw menggelora… gw kagum sama tulisan TAGORE yang berjudul GITANJALI itu yang kalau di indonesiakan sih kira-kira artinya " kidung persembahan ". Di dalam GITANJALI itu tampak banget bahwa sanga tokoh begitu akrab nya berhubungan dengan dewa-dewa nya lebih dari hubungan hamba dengan dewa. Gw jadi mikir abis baca buku itu kenapa TAGORE yang notabene adalah seorang hindu dengan banyak dewa masih bisa berakrab-akrab ria dengan dewa-dewanya, tapi kenapa gw yang punya satu tuhan yaitu ALLAH nggak bisa berakrab-akrab ria…. ( buku itu nyentil gw banget tau" ). 

Sekarang gw masih mengidolakan TAGORE sebagai seorang penulis hebat dalam esai-esai melebihi kekaguman gw pada GIBRAN. simplenya sih gaya bahasa GIBRAN itu terlalu indah tapi rumit … tapi TAGORE gaya bahasanya sederhan namun sangat dalam…

APATIS

January 15th, 2007 by afternoon-coffee

Yah… semua punya hak koq untuk menyampaikan segala yang dirasa ataupun yang difikirkan tentang apapun. Tapi ketika ini menyangkut orang alangkah lebih baik  sebelum menilai ataupun mengkritik apa yang tak kita sukai  kita lihat sadari apakah hal ini sangat prinsipil atau hanya masalah perbedaan paradigma kita. Satu hal lagi yang lebih baik diyakini  bahwa pada saat kita mencoba menilai orang lain biasanya kita banyak menggunakan standar yang ada pada kita dan bahayanya ini jadi begitu subyektif dan seolah kita lebih dari pada yang lain.   Kecuali kita bisa sangat obyektifnya dalam menilai orang lain alangkah lebih baiknya ketika kita tak menilainya atau bahkan mengkritisi apa yang ada padanya. Terakhir yang mungkin perlu untuk disadari bahwa pada dasarnya apa yang kita kira jelek baginya ternyata bisa sangat bagus bagi orang itu. Ah siapa yang tahu rahasia itu.

Orang boleh bilang apapun tentang kita, tapi siapa peduli? Toh kita nggak wajib menanggapinya koq. Kecuali keabsahannya bisa dipertanggung jawabkan secara tepat. 

" Apapun yang kalian kira, kalian pikir tentang aku, aku nggak peduli karena AKU adalah AKU "